Karenasecara batiniyah kita sudah berikrar untuk percaya dan menerima semua keputusan yang diberikan oleh Allah pasti yang terbaik untuk kita. Seberat apapun jalan panjang nanti, sebanyak apapun rintangan yang menghadang, satu yang harus kita yakini. Karena diam sebagai pilihan tidak akan membuat permasalahan tuntas terselesaikan begitu
Percayalahketetapan dan hukum Allah itulah yang terbaik. Renungan Ayat Pilihan: Surah Al-Baqarah ayat 216 Allah Ta'ala berfirman, ููุชูุจู ุนูููููููู
ู ุงููููุชูุงูู ูููููู ููุฑููู ููููู
ู ููุนูุณูู ุฃููู ุชูููุฑููููุง ุดูููุฆูุง ูููููู ุฎูููุฑู ููููู
ู ููุนูุณูู ุฃููู ุชูุญูุจูููุง ุดูููุฆูุง ูููููู ุดูุฑูู ููููู
ู ููุงูููููู ููุนูููู
ู ููุฃูููุชูู
ู ููุง ุชูุนูููู
ูููู
Apa yang Allah berikan untuk kita pasti yang terbaik, meskipun yang terbaik itu bukan yang terindah" "Hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan, kamu harus berani memilih untuk meninggalkan hal-hal yang membuatmu bersedih atau menangis. Dan tetaplah berfokus pada hal-hal yang membuatmu bahagia, jangan pernah meninggalkannya"
Diatidak akan mengucapkan janji-janji tidak pasti. Karna dia tau engkau adalah untuknya.. Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, namun itulah pilihanNya. PilihanNya adalah yang terbaik untuk kita, mungkin kebaikan itu tidak pada Imammu yang terpilih itu. Melainkan jalan yang kita pilih.
Tidakada pilihan yang tanpa konsekuensi, namun"DIA"selalu memberi yang terbaik Rencana tetap lah rencana Rencana kita boleh indah, tetapi rencana"ALLAH"pasti yang terindah.. Rencana kita boleh indah, tetapi rencana"ALLAH"pasti yang terindah.. Diposting oleh Unknown di 07.06. Label: OSN Astronomi, Story of Princess Pevita.
RencanaAllah lah Yang Terbaik. Justru sebaliknya Allah memiliki rencana yang lebih baik dibalik peristiwa yang tak sesuai dengan keinginan kita. Allah ๏ทป berfirman dalam Qur'an Surat Al Baqoroh ayat 216 yang artinya : "Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
Allahpasti Mahatahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Sesungguhnya, di balik kegagalan yang kita alami, Allah sudah menyiapkan rencana lain yang jauh lebih baik dari rencana kita. Pun demikian halnya, boleh jadi kita mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kita dalam pandangan Allah. Allah Mahatahu yang tersembunyi di balik setiap peristiwa.
nHJHTI. ๏ปฟPilihan Allah Ketika kita memilih menjadi penghafal Al-Qur'an, hakikatnya adalah Allah yang memilih! Bersyukurlah atas nikmat karunia besar tersebut, Allah telah memilih kita. Yakinkan diri, bangun kesadaran diri ... bahwa menjadi penghafal Al-Qur'an adalah pilihan Allah. Apa yang Allah pilihkan untuk menjadi takdir kita, pasti itu yang terbaik! Sebab apa yang engkau inginkan, belum tentu menjadi kebaikan untukmu. Namun apa yang Allah pilihkan, niscaya merupakan kebaikan untukmu. Ridha dengan pilihan Allah ูุงู ูููููููู ุชูููุฃูุฎููุฑู ุฃู ู
ูุฏู ุงููุนูุทูุงุกู ู
ูุนู ุงููุฅููููุญููุงุญู ููู ุงูุฏููุนูุงุกู ู
ูููุฌููุจูุงู ูููููุฃูุณูููุ ูููููููู ุถูู
ููู ููููู ุงููุฅูุฌููุงุจููุฉู ูููู
ูุง ูููุฎูุชูุงุฑููู ููููู ูุงู ูููู
ูุง ุชููุฎุชูุงุฑู ูููููููุณูููุ ููููู ุงูููููููุชู ุงููููุฐููู ููุฑู ูููุฏู ูุงู ููู ุงูููููููุชู ุงูููุฐูู ุชูุฑู ูุฏู "Janganlah karena keterlambatan datangnya pemberian-Nya kepadamu, saat engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan engkau berputus asa; sebab Dia telah menjamin bagimu suatu ijabah pengabulan doa dalam apa-apa yang Dia pilihkan bagimu, bukan dalam apa-apa yang engkau pilih untuk dirimu; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki." Al Hikam-Ibnu At-Thoilaah -Team Sohibul Qur'an-Donasi yayasan Sohibul Qur'an No rek mandiri 129 00 10397756 . . Facebook pesantren tahfidz Sohibul Qur'an YouTube Siroh Sohibul Qur'an
SAHABAT Abu Dzar Radhiyallahu anhu menjelaskan bahwa kondisi susah miskin atau sakit lebih baik bagi seorang hamba daripada kondisi senang kaya dan sehat Imam adz-Dzahabi dan Ibnu Katsir menukil dalam biografi sahabat yang mulia dan cucu kesayangan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa pernah disampaikan kepada beliau tentang ucapan sahabat Abu Dzar Radhiyallahu anhu. โKemiskinan lebih aku sukai daripada kekayaan dan kondisi sakit lebih aku sukai daripada kondisi sehat.โ Maka al-Hasan bin Ali berkata, โSemoga Allah merahmati Abu Dzar, adapun yang aku katakan adalah, Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya, maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu selain keadaan yang telah Allah pilihkan untuknya. Inilah batasan sikap selalu ridha menerima segala ketentuan takdir Allah dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi hamba-Nya.โโ Karena biasanya seorang hamba lebih mudah bersabar menghadapi kesusahan daripada bersabar untuk tidak melanggar perintah Allah dalam keadaan senang dan lapang, sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah, โDemi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan akan merusak agama kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian, adalah jika perhiasan dunia dibentangkan diijadikan berlimpah bagi kalian sebagaimana perhiasan dunia dibentangkan bagi umat terdahulu sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga akibatnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka,โ HR. Al-Bukhari dan Muslim Al-Hasan bin Ali mengomentari ucapan Abu Dzar di atas dengan pemahaman agama yang lebih tinggi dan merupakan konsekuensi suatu kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Yaitu ridha kepada Allah sebagai Rabb Pencipta, Pengatur, Pelindung, dan Penguasa bagi alam semesta, yang berarti ridha juga kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan takdir dan pilihan-Nya, serta kepada apa saja yang diberikan dan yang tidak diberikan oleh-Nya. Kitab Fiqhul Asmaโil Husna Sikap ini merupakan ciri utama orang yang akan meraih manisnya dan sempurnanya iman, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, โAkan merasakan kelezatan manisnya iman, orang yang ridha dengan Allah Subhanahu wa taโala sebagai Rabb-Nya dan Islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai rasulnya,โ Muslim Bersandar dan berserah diri kepada Allah adalah sebaik-baik usaha untuk mendapatkan kebaikan dan kecukupan dari-Nya. Allah Subhanahu wa taโala sendiri telah menjanjikan hal ini dalam QS. Ath-Thalaq ayat 3 bahwa Allah akan mencukupi orang yang senantiasa bertawakal kepada-Nya. Semoga kita senantiasa bersyukur dan ridha atas apa yang telah Allah tetapkan. [] Sumber Al-Mawaddah Jumadal Ula 1435 H. Diterbitkan Lajnah Dakwah Maโhad al-Furqon al-Islami oleh muslimah
Al Khair Khairutullaah, Pilihan Allah adalah yang terbaik. Tak ada kesia-siaan dalam Allah menciptakan sesuatu untuk hamba-Nya, Terkadang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya, kemudian dia tidak bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut adalah sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya. Akan tetapi, sering kali kita melihat dibalik keterputus-asaannya ternyata Allah memberikan kebaikan kepadanya dari arah yang tidak pernah ia berapa banyak pula kita melihat seseorang yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, tetapi yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dia inginkan.โBisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.โQS. Al Baqarah 216Mungkin cerita ini bisa jadi pembelajaran berharga bagi kita walaupun kebenaran cerita ini belum diketahui shahihnya namun kita bisa memetik pelajaran berharga dari cerita ini bahwa pilihan Allah adalah yang masa, ada seorang raja yang sangat menyayangi rakyatnya, setiap rakyatnya mendapat musibah dia selalu mengatakan Al Khair Khairutullah, pilihan Allah adalah yang terbaik, sehingga menjadi lapanglah hati rakyatnya mendengar hal hari sang raja mendapat musibah jari tangannya putus, lalu ia mengadu kepada salah seorang menteri kesayangannya, dan menteri tersebut mengatakan kepada raja hal yang biasa ia katakan pada rakyatnya, Al Khair Khairutullah, pilihan Allah adalah yang hal ini sang raja murka dan memenjarakan perdana menteri hari raja bersama pasukannya pergi berburu dan mereka tersesat jauh di dalam hutan dan tertangkap sekelompok penyembah roh. Satu persatu pasukan raja di sembelih untuk di persembahkan ke dewa penyembah roh tadi hingga tiba giliran araja mereka melihat jari raja yang terputus sehingga mereka tidak jadi menyembelih raja karena dianggap cacat. akhirnya raja selamat dan kembali ke segera membebaskan menteri yang ia penjarakan tadi dan berkata benar apa yang engkau bilang wahai menteri Al Khair Khairutullah, pilihan Allah adalah yang terbaik, lalu ia menceritakan apa yang terjadi pada menteri sang raja bertanya pada menteri lalu apakah penjara bagimu adalah yang terbaik pilihan Allah? sang menteri menjawab benar wahai raja, Al Khair Khairutullah, pilihan Allah adalah yang raja bertanya apa terus apakah hikmahnya bagimu wahai menteri?Menteri menjawab seandainya saya tidak masuk penjara tentunya saya akan ikut bersama raja berburu dan tentunya saya sudah disembelih bersama pasukan lainnya. namun Allah menyelematkan saya dengan memasukkan saya ke teman, apa yang tampak pahit di mata manusia, ternyata penuh kebaikan di hadapan Allah dan ternyata berakhir kebahagiaan tiada terkira menjadi anugerah yang begitu berharga. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuiBanyak sekali kisah yang sudah pasti shahih dalam Al-Qurโan yang menceritakan perihal jalan keburukan namun sebenarnya itu hanyalah sebuah rentetan scenario taksir dari Allah lihatlah kisah Ibu Nabi Musa AS ketika ia harus melemparkan anaknya ke sungaiโฆ bukankah kita mendapatkan bahwa tidak ada yang lebih dibenci oleh Ibu Musa daripada jatuhnya anaknya di tangan keluarga Firโaun? namun meskipun demikian tampaklah akibatnya yang terpuji dan pengaruhnya yang baik di hari-hari berikutnya, dan inilah yang diungkapkan oleh ayat. Bagaimana seorang raja yang dzalim akan dihancurkan anak yang dibesarkan pula kisah Nabi Yusuf AS ketika beliau harus berpisah dengan ayah beliau Nabi Yaโqub AS, ketika beliau harus dimasukkan ke dalam sumur dan diambil oleh kafilah dagangโฆ kemudian nasibnya dijual dan dirampas kebebasan menjadi seorang budak. Dan pada akhirnya setelah melalui berbagai cobaan. Beliau menjadi seorang perdana menteri yang arif dan masyhur.
Pilihan Allah Pasti yang TerbaikPilihan Allah untuk seorang hamba pasti yang terbaik. Sedangkan pilihan yang diinginkan hawa nafsu pasti buruk jahat.Dalam kehidupan di dunia ini, setiap diri akan berhadapan dengan kedua pilihan tersebut. Adakah pilihan terbaik dapat dijadikan sebagai dasar untuk berbuat dalam banyak aspek kehidupan di dunia ini, atau sebaliknya, terpilih yang buruk atau jahat untuk memenuhi kepuasan yang merugikan? Semua terserah kepada setiap diri untuk Yang Maha Mulia telah menjelaskan semuanya di dalam Al-Quran. Alangkah indahnya hidup dipenuhi dengan kehendak Allah karena Dia Allah adalah Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha pun yang Dikehendaki Allah Pasti Tidak MerugikanApa pun yang dikehendaki Allah, maka hasilnya adalah yang tidak merugikan dan menyengsarakan seorang untuk mengikuti kehendak Allah ternyata sangat tidak disukai oleh iblis laknatullah 'alaih, maka tidak semua kaum mukmin dengan sangat mudah mengikuti kehendak-Nya jika tanpa sebuah perjuangan yang dilakukan dengan itu, beribadah yang dikehendaki Allah pasti berbeda dengan beribadah karena terdorong oleh keinginan hawa nafsu. Adakah setiap diri memahami ibadah karena Allah berbeda dengan ibadah karena terpaksa?Ibadah karena Allah diletakkan pada ketulusan hatinya dalam menyembah kepada-Nya, sedangkan ibadah karena terpaksa didasarkan hanya karena sekedarnya saja untuk memenuhi baik itu adalah kewajiban, misalnya, lalu adakah berbuat baik itu karena Allah atau karena terpaksa?Jika berbuat baik demi memenuhi keinginan hawa nafsu untuk meraih pujian, maka berbuat baiknya tidak tulus. Adakah pahalanya dapat diperoleh?Berbuat baik yang demikian, pahalanya tidak akan diperoleh selain hanya mendapat pujian semata-mata. Maka, merugilah orang yang berbuat baik karena terdorong keinginan hawa nafsu, yang dilakukan hanya untuk memperoleh baik mengikuti kehendak Allah membutuhkan kesucian jiwa untuk menjalankannya. Artinya, selama hati kita masih tercemari oleh penyakit-penyakit hati, terasa masih sangat sulit untuk membedakan antara perintah dari Yang Hak dengan bisikan dari yang hati sudah sepatutnya diperjuangkan dengan tidak pernah melupakan Allah di hati zikir khafi. Insya Allah, di dalam hati ada pesan-pesan kebenaran yang mudah ditangkap sebagai petunjuk pelaksanaan untuk setiap perbuatan dan perkataan yang dikehendaki Allah.***
DARI Abu Abdurrahman Abdullah bin Masโud radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, โSesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani nuthfah selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah alaqah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging mudhgah selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.โ HR. Bukhari, no. 6594 dan Muslim, no. 2643 BACA JUGA 3 Amalan yang Bisa Mengubah Takdir dan Nasib Buruk Ada empat hal yang harus diimani terkait takdir Mengimani ilmu Allah yang ajali sebelum segala sesuatu itu ada. Di antaranya seseorang harus beriman bahwa amal perbuatannya telah diketahui diilmui oleh Allah sebelum dia melakukannya. Mengimani bahwa Allah telah menulis takdir di Lauhul Mahfuzh. Mengimani masyiโah kehendak Allah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah karena kehendak-Nya. Mengimani bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu. Allah adalah Pencipta satu-satunya dan selain-Nya adalah makhluk termasuk juga amalan manusia. Dari Sahl bin Saโad, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda saat perang Khoibar, โSungguh akan diberikan bendera yang biasa dibawa oleh pemimpin pasukan, -pen besok pada orang yang akan didatangkan kemenangan melalui tangannya di mana ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, lalu Allah dan Rasul-Nya pun mencintai dirinya.โ Lalu kemudian para sahabat bermalam dan mendiskusikan siapakah di antara mereka yang nanti akan diberi bendera tersebut. Tiba waktu pagi, mereka semua berharap-harap bisa mendapatkan benderaitu. Namun Rasulullah SAW malah bertanya, โDi mana Ali?โ Ada yang menjawab bahwa Ali sedang sakit mata. Lalu Ali dibawa ke hadapan Nabi, -pen, lantas beliau mengusap kedua matanya dan mendoโakan kebaikan untuknya. Lantas ia pun sembuh seakan-akan tidak pernah sakit sebelumnya. Lantas bendera tersebut diberikan kepada Alidan ia berkata, โAku akan memerangi mereka hingga mereka bisa seperti kita.โ Kemudian Rasulullah SAW bersabda, โJalanlah perlahan-lahan ke depan hinggakalian sampai di tengah-tengah mereka. Kemudian dakwahilah mereka pada Islam dan kabari mereka tentang perkara-perkara yang wajib. Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah pada seseorang lewat perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.โ HR. Bukhari, no. 3009 dan Muslim, no. 2407. Maka wajib beriman kepada takdir karena orang yang tidak berusaha, malah mendapatkan bendera. Sedangkan yang telah berharap dari awal malah tidak mendapatkannya. Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โYang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan.โ HR. Tirmidzi, no. 2139. Yang dimaksud doa bisa menolak takdir terdapat dua makna Kalau seseorang tidak berdoa, maka takdirnya seperti itu saja. Kalau seseorang berdoa, takdir akan dijalani dengan mudah. Yang terjadi seakan-akan takdir yang jelek itu tertolak. Coba renungkan terjemahan dari ayat berikut, โDiwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.โ QS. Al-Baqarah 216 Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, โHal di atas Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimuโ; itu berlaku untuk semua perkara. Boleh jadi manusia menyukai sesuatu, padahal tidak ada kebaikan dan maslahat sama sekali di dalamnya.โ BACA JUGA Rasa Takut Tak akan Bisa Hapuskan Takdir Ibnu Katsir menyatakan lagi dalam kitab tafsirnya, โAllah yang mengetahui akhir sesuatu dari perkara kita. Allah yang mengabarkan nantinya mana yang maslahat untuk dunia dan akhirat kita. Maka lakukan dan patuhlah pada perintah-Nya, niscaya kita akan mendapatkan petunjuk.โ Dari Shuhaib, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โSungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.โ HR. Muslim, no. 2999 [] SUMBER REMAJAISLAM
pilihan allah pasti yang terbaik